SOREANG EKSPRES – Hitung mundur menuju Piala Dunia 2026 kini memasuki 100 hari terakhir. Namun, euforia menyambut turnamen sepak bola terbesar di dunia itu justru dibayangi berbagai persoalan serius, mulai dari ketegangan geopolitik hingga isu keamanan di negara tuan rumah.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran serta gelombang kekerasan kartel narkoba di Meksiko.
Situasi ini membuat fokus pembahasan penyelenggara dan peserta tidak hanya soal persiapan pertandingan, tetapi juga keamanan dan stabilitas wilayah tuan rumah.
Saat ini, para ofisial tim yang telah memastikan diri lolos ke Piala Dunia tengah berkumpul di Atlanta untuk melakukan koordinasi akhir bersama FIFA. Namun, pembahasan yang semula berfokus pada aspek teknis dan operasional kini banyak bergeser ke persoalan keamanan global.
Ketidakpastian Partisipasi Timnas Iran
Salah satu isu paling krusial adalah konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
Iran dijadwalkan memainkan pertandingan fase grup di Inglewood dan Seattle. Namun, situasi politik yang memanas membuat federasi sepak bola Iran menghadapi dilema besar.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengakui bahwa negaranya sulit menatap turnamen dengan optimisme setelah serangan militer yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi negara tersebut.
Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai kemungkinan pengunduran diri Iran. Jika hal itu benar-benar terjadi, maka akan menjadi peristiwa langka dalam sejarah Piala Dunia, karena untuk pertama kalinya dalam 75 tahun tim yang sudah lolos kualifikasi memutuskan mundur dari turnamen.
Kekerasan Kartel di Meksiko Jadi Perhatian
Selain konflik geopolitik, isu keamanan juga muncul dari Meksiko yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Sementara wilayah Jalisco dengan ibu kota Guadalajara yang dijadwalkan menggelar empat pertandingan baru-baru ini dilanda gelombang kekerasan setelah tewasnya seorang pemimpin kartel narkoba dalam operasi militer.
Meski demikian, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa kondisi keamanan tetap terkendali dan tidak ada ancaman bagi para penggemar sepak bola yang akan datang.
Pernyataan tersebut juga didukung Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menyatakan bahwa pihaknya terus bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memastikan turnamen berlangsung aman.
Masalah Anggaran di Amerika Serikat
Di sisi lain, sejumlah kota penyelenggara di Amerika Serikat juga menghadapi kendala anggaran yang berdampak pada rencana penyelenggaraan acara pendukung.
Beberapa kota seperti New York dan New Jersey bahkan dilaporkan membatalkan rencana Fan Fest skala besar karena keterbatasan dana.
Sementara itu di Massachusetts, dewan kota Foxborough mengancam tidak akan memberikan izin penyelenggaraan pertandingan jika biaya keamanan sebesar 7,8 juta dolar AS tidak segera dipenuhi.
Harga Tiket Mahal Tuai Kritik
Di tengah berbagai persoalan tersebut, FIFA juga mendapat sorotan terkait harga tiket yang dianggap terlalu mahal.
Beberapa tiket pertandingan bahkan dilaporkan mencapai harga hingga 8.680 dolar AS di platform resmi penjualan. Kondisi ini memicu kritik dari banyak penggemar yang menilai turnamen semakin dikomersialkan.
Menanggapi hal tersebut, FIFA menyatakan akan menyediakan tiket dengan harga lebih terjangkau, sekitar 60 dolar AS per pertandingan, yang akan dialokasikan bagi para pendukung melalui federasi sepak bola nasional masing-masing.
Turnamen Terbesar Sepanjang Sejarah
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling besar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 tim peserta, meningkat dari 32 tim pada edisi sebelumnya.
Turnamen ini juga akan menghadirkan total 104 pertandingan di tiga negara tuan rumah.
Namun dengan berbagai tantangan politik, keamanan, dan ekonomi yang muncul menjelang kick-off, penyelenggara kini berpacu dengan waktu untuk memastikan bahwa pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut tetap berjalan lancar.***









