SOREANG EKSPRES – Sebanyak 1.657 pemudik diberangkatkan melalui program Mudik Gratis 2026 yang digelar Holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID. Program ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan tertib menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Mengusung tema “Mudik Aman Berbagi Harapan”, DEFEND ID menyiapkan 34 unit bus yang melayani berbagai rute tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra. Program ini tak sekadar menyediakan transportasi gratis, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi industri strategis nasional dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.
Prosesi pelepasan pemudik dilakukan secara simbolis di Gedung Sate, dipimpin Direktur Teknologi & Manajemen Risiko PT Len Industri (Persero), Amalia Maya Fitri, bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.
Untuk memastikan keselamatan selama perjalanan, seluruh armada bus telah melalui pemeriksaan teknis secara menyeluruh dan dinyatakan laik jalan. DEFEND ID menegaskan komitmennya dalam mengutamakan keamanan serta kenyamanan pemudik.
Adapun rute yang dilayani cukup luas. Dari Bandung, pemudik diberangkatkan menuju Palembang, Lampung, Solo, Yogyakarta, Semarang, hingga Surabaya. Sementara dari Subang tersedia rute ke Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Solo. Keberangkatan dari Jakarta meliputi tujuan Surabaya, Palembang, Yogyakarta, dan Solo. Sedangkan dari Surabaya, pemudik melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta, Kediri, Banyuwangi, Sumenep, dan Semarang.
Direktur Teknologi & Manajemen Risiko PT Len Industri (Persero), Amalia Maya Fitri, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.
“Sebagai holding BUMN industri pertahanan, DEFEND ID tidak hanya berperan memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Melalui program Mudik Gratis ini, kami berharap masyarakat dapat pulang kampung dengan aman, nyaman, tanpa terkendala biaya, sehingga bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan,” ujarnya.
Antusiasme peserta mudik pun terlihat dari berbagai cerita yang dibagikan. Salah satunya disampaikan oleh Cantika Dean Nurlaila Putri, warga Bandung yang mudik ke Lampung.
“Senang banget pastinya. Soalnya kan kalau misalkan dari Bandung ke Lampung bisa dihitung ongkos Rp500.000 gitu ya, Rp500.000 kali sekeluarga ada empat orang sudah Rp2.000.000 gitu. Alhamdulillah kalau dengan adanya program mudik gratis ini jadi terbantu. Jadi kita tinggal nyari tiket pulang ke sininya aja. Apalagi ini kali pertama saya ikut,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menilai program ini mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan BUMN dalam melayani masyarakat.
“Kegiatan ini dihadirkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk melepas rindu dan berkumpul kembali dengan sanak saudara di kampung halaman,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi langkah DEFEND ID yang dinilai berkontribusi dalam menekan risiko kecelakaan selama musim mudik, terutama di Jawa Barat yang memiliki jumlah pemudik sangat besar.
“Sebagai penduduk terbesar dengan pemudik juga yang sangat banyak, langkah DEFEND ID ini menjadi langkah nyata dalam upaya bersama mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas selama mudik lebaran 2026,” pungkasnya.
Sebagai holding industri pertahanan nasional, DEFEND ID yang beranggotakan PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana terus menghadirkan inovasi teknologi strategis karya anak bangsa. Selain memperkuat sistem pertahanan negara, DEFEND ID juga berkomitmen memberikan manfaat sosial yang luas bagi masyarakat. (*)











