Petir Diduga Penyebab Kebakaran Pabrik Plastik di Gunung Putri Bogor

SOREANG EKSPRES – Peristiwa Gunung Putri Bogor kebakaran menghebohkan warga setelah sebuah pabrik plastik dilalap api dalam kejadian hebat pada Minggu (29/3/2026).

Kebakaran yang berlangsung selama berjam-jam ini diduga dipicu oleh sambaran petir.

Dugaan tersebut disampaikan langsung oleh pihak pabrik kepada tim investigasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor yang melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Api Berkobar Sejak Sore, Baru Padam Setelah 7 Jam

Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan menyebar luas, sehingga proses pemadaman berlangsung cukup lama.

Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.10 WIB, setelah petugas berjibaku selama kurang lebih tujuh jam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menyebutkan bahwa material plastik yang mudah terbakar menjadi salah satu faktor utama cepatnya penyebaran api.

Untuk mengatasi kebakaran besar ini, tim pemadam mengerahkan kekuatan penuh, meliputi 50 personel pemadam kebakaran, 10 unit mobil pemadam, 1 unit SCBA mobile, 2 unit kendaraan rescue.

Selain itu, sejumlah ambulans dari relawan turut disiagakan di lokasi. Operasi ini juga melibatkan unsur TNI, Polri, serta Brimob untuk membantu pengamanan dan penanganan di lapangan.

Tidak Ada Korban Jiwa, Pendinginan Masih Berlangsung

Meski kebakaran tergolong besar, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Namun, kerugian material diperkirakan cukup signifikan mengingat sebagian besar bangunan pabrik hangus terbakar.

BACA JUGA:  Pekerja BRI Region 9 Bandung Salurkan Bantuan Sembako bagi Korban Kebakaran di Ciseureuh

Hingga Senin (30/3/2026) pagi, petugas masih melakukan proses pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

Namun, dugaan awal mengarah pada sambaran petir yang mengenai area pabrik.

Pihak berwenang memastikan investigasi akan terus dilakukan untuk mengungkap secara pasti pemicu kebakaran tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *