SOREANG EKSPRES – Manajemen RSUD Welas Asih menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan mengedepankan keselamatan pasien melalui evaluasi serta audit medis yang dilakukan secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil telusur dan audit medis internal, tim RSUD Welas Asih memastikan bahwa seluruh tindakan yang diberikan kepada pasien telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan pertimbangan medis.
Salah satunya tercermin dalam penanganan pasien berinisial IUK yang telah ditangani sesuai prosedur klinis yang berlaku.
“Dari hasil audit medis yang kami lakukan, kassa yang terdapat di dalam perut atau jalan lahir pasien bukan merupakan benda yang tertinggal, melainkan bagian dari tindakan medis untuk menghentikan perdarahan,” ujar pernyataan manajemen seperti diterima Jabar Ekspres.
Selain itu, pasien juga telah mendapatkan terapi penunjang berupa antibiotik untuk mencegah infeksi serta obat anti perdarahan sebagai bagian dari penanganan komprehensif.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan pendekatan humanis, tim RSUD Welas Asih turut melakukan kunjungan langsung ke kediaman pasien tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, pihak rumah sakit memberikan penjelasan secara rinci terkait kronologis penanganan medis sejak pasien masuk hingga diperbolehkan pulang.
Manajemen Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu RSUD Welas Asih menjelaskan bahwa sebelum tindakan operasi dilakukan, pasien telah diberikan pemahaman terkait prosedur yang akan dijalani, termasuk risiko yang mungkin timbul.
“Secara medis, pasien sudah dilakukan tindakan operasi dengan risiko perdarahan yang telah dijelaskan sebelumnya. Pemasangan kassa steril dilakukan sebagai upaya menghentikan perdarahan yang cukup banyak, dan akan dilepas saat pasien menjalani kontrol,” jelasnya.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa pasien telah melakukan kontrol lanjutan di poli ginekologi onkologi. Dari hasil pemeriksaan, kondisi pasien dinyatakan dalam keadaan baik.
Pasien pun dijadwalkan untuk menjalani kontrol rutin setiap tiga bulan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap kemungkinan kekambuhan.
Dalam proses komunikasi yang dibangun, kedua belah pihak disebut telah mencapai kesepahaman. Pihak manajemen menuturkan bahwa pendekatan dialogis menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai hal secara baik.
“Kami telah berkomunikasi secara terbuka, dan kedua belah pihak saling memahami serta saling memaafkan,” ungkapnya.
Di sisi lain, pihak keluarga pasien IUK yang diwakili kakaknya dalam media sosial turut mengapresiasi respons cepat dan pendekatan yang dilakukan oleh RSUD Welas Asih, khususnya dalam hal komunikasi.
“Hatur nuhun jajaran tim Humas RSUD Welas Asih atas itikad baiknya dan telah menanggapi keluhan saya dan adik saya dengan sangat baik. Saya dan keluarga sangat berterima kasih atas respon dan tanggung jawabnya,” ujarnya dalam postingan.
RSUD Welas Asih menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan terus memperkuat mutu pelayanan, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga dalam hal komunikasi dan pendampingan pasien.








