Daftar Negara dengan Waktu Puasa Terpanjang Saat Ramadan

SOREANG EKSPRES – Puasa Ramadan selalu menghadirkan pengalaman yang berbeda di setiap penjuru dunia. Di Indonesia dan negara tropis lain, lama berpuasa cenderung stabil, rata-rata sekitar 13 jam per hari. Namun situasinya jauh berbeda di wilayah yang berada dekat Lingkar Arktik.

Berikut ini lima wilayah dengan durasi puasa terpanjang di dunia saat Ramadan jatuh pada musim panas.

  1. Greenland

Greenland termasuk wilayah dengan fenomena siang terpanjang di dunia. Pada puncak musim panas, beberapa daerahnya mengalami hampir 24 jam cahaya matahari tanpa malam yang jelas.

Jika Ramadan berlangsung pada periode ini, secara teori durasi puasa bisa mendekati satu hari penuh. Dalam praktiknya, komunitas Muslim biasanya mengikuti jadwal kota terdekat yang memiliki siklus siang-malam normal atau merujuk pada waktu Makkah demi menjaga kesehatan dan keseimbangan ibadah.

  1. Norway

Di wilayah utara Norway seperti Tromsø, fenomena midnight sun membuat matahari tetap terlihat hampir sepanjang hari selama musim panas.

Saat Ramadan jatuh pada Juni atau Juli, durasi puasa bisa mencapai 20 hingga 22 jam. Bahkan dalam periode ekstrem, matahari tidak benar-benar terbenam selama beberapa hari. Karena itu, sebagian Muslim mengikuti jadwal ibadah kota lain yang lebih stabil.

  1. Iceland

Sebagai negara kepulauan yang terletak sangat utara, Iceland juga mengalami siang yang sangat panjang di musim panas. Di Reykjavik, waktu puasa dapat mencapai 19 hingga 21 jam.

BACA JUGA:  Sambut Ramadan & Idulfitri, bank bjb Hadirkan Layanan Penukaran Uang Melalui SERAMBI 2026

Ketika matahari hanya tenggelam sebentar sebelum kembali terbit, umat Muslim di sana menjalankan puasa dengan penyesuaian tertentu sesuai panduan otoritas keagamaan setempat.

  1. Finland

Di kota Rovaniemi yang berada dekat Lingkar Arktik, Finland mengalami durasi siang hingga 19–20 jam saat musim panas.

Jarak antara waktu sahur dan berbuka menjadi sangat panjang. Meski demikian, komunitas Muslim tetap menjalankan ibadah dengan mengikuti panduan fleksibel dari ulama dan lembaga keagamaan agar tidak memberatkan secara fisik.

  1. Sweden

Sweden, khususnya wilayah utara seperti Kiruna, juga mencatat durasi puasa yang sangat panjang. Pada musim panas, siang hari bisa berlangsung hingga 20 jam.

Letak geografis yang dekat dengan Kutub Utara membuat perbedaan panjang siang dan malam sangat ekstrem. Menariknya, saat Ramadan jatuh pada musim dingin, durasi puasa justru jauh lebih singkat.

Mengapa Durasi Puasa Bisa Sangat Panjang?

Karena di kawasan dekat kutub, kemiringan sumbu bumi sekitar 23,5 derajat menyebabkan distribusi cahaya matahari tidak merata sepanjang tahun.

Selain itu, kalender Hijriah bergerak sekitar 10–11 hari lebih cepat dibanding kalender Masehi. Dalam siklus sekitar 33 tahun, Ramadan akan melewati seluruh musim. Ketika bertepatan dengan musim panas di wilayah Nordik dan Arktik, durasi puasa menjadi yang terpanjang di dunia.

Sebaliknya, saat Ramadan terjadi pada musim dingin, waktu puasa di negara-negara tersebut justru jauh lebih singkat dibanding negara tropis seperti Indonesia.n

BACA JUGA:  Bawa Kebaikan di Bulan Ramadan, Mitra Pengemudi Grab Bagikan Lebih Dari 1.300 Takjil di Bandung

Greenland, Norway, Iceland, Finland, dan Sweden termasuk wilayah dengan durasi puasa terpanjang ketika Ramadan jatuh pada musim panas di belahan bumi utara. Faktor geografis dan kemiringan sumbu bumi menjadi penyebab utama perbedaan ekstrem panjang siang dan malam.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ibadah puasa tidak hanya berkaitan dengan spiritualitas, tetapi juga sangat dipengaruhi dinamika astronomi dan kondisi alam di setiap belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *