JABAR EKSPRES – Ada ungkapan bahwa selama bulan Ramadhan, setan di belenggu sehingga tidak menggangu manusia yang berniat khusyuk beribadah semalam bulan puasa.
Namun pada kenyataannya, selama Ramadhan, masih banyak kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, bahkan kejahatan juga terus terjadi meski sedang di bulan suci.
Ungkapan tersebut tertuang dalam hadits HR Bukhari yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radliallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apabila bulan Ramadhah datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.”_ (HR. Bukhari)
Dari satu hadits ini memiliki berbagai makna yang bisa menjelaskan kenapa tetap banyak kemaksiatan terjadi selama Ramadhan.
1. Menurut Ibnu Batthal dalam Syarhu Shahih al-Bukhari ada dua pendapat terkait hadits tersebut.
– Pertama memaknai secara literal sesuai bunyi teks haditsnya, pintu-pintu neraka ditutup dan syaithan-syaithan dibelenggu dimaknai secara pengertian yang sebenarnya (al-haqiqi), sehingga intensitas syaithan dalam menggoda manusia pada bulan Ramadhan berkurang dibanding dengan bulan yang lainnya.
– Kedua dimaknai secara majazi, pintu neraka ditutup maksudnya ialah Allah SWT. menjaga dan mencegah manusia dari kemaksiatan dan perbuatan-perbuatan yang mengantarkan ke neraka.
2. Menurut M. Quraish Shihab
Setan dibelenggu dapat juga dipahami dalam pengertian metafora, bahwa kalau datang Ramadhan manusia itu ingin mendekat kepada Allah SWT. atau semestinya mendekat kepada Allah SWT., karena ketika manusia mendekat kepada Allah SWT. seakan-akan setan sudah terbelenggu dengan sendirinya.
3. Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” [HR. Bukhari / 3277 dan Muslim / 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]
Al-Qodhi ‘Iyadh mengatakan: “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.”
Lanjut Al-Qodhi ‘Iyadh: “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” [Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188]
Banyak sekali ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang tipu daya syetan, karena mereka tidak menginginkan kita selamat dari siksa api neraka dan mereka adalah musuh yang paling nyata;
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Al-Baqarah 2: 208)













