SOREANG EKSPRES – Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan nuansa ibadah yang istimewa bagi umat Islam. Selain menjalankan puasa di siang hari, malam Ramadhan dihidupkan dengan ibadah qiyam yang dikenal sebagai sholat tarawih. Ibadah ini menjadi salah satu syiar yang paling terasa di berbagai masjid maupun di rumah.
Namun, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya mengenai tata cara sholat tarawih yang benar, jumlah rakaat yang sesuai, hingga bacaan doa setelahnya. Oleh karena itu, artikel ini akan mengulas secara lengkap panduan sholat tarawih berdasarkan dalil serta pendapat para ulama, dengan bahasa yang mudah dipahami.
Secara bahasa, kata tarawih berasal dari kata raaha yang berarti “istirahat”. Hal ini merujuk pada kebiasaan para sahabat yang beristirahat sejenak setiap selesai empat rakaat.
Secara istilah, sholat tarawih adalah sholat sunnah malam yang dikerjakan khusus pada bulan Ramadhan setelah sholat Isya.
Mayoritas ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa hukum sholat tarawih adalah sunnah muakkadah, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad ﷺ:
“Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sholat tarawih dilaksanakan setelah sholat Isya hingga sebelum waktu Subuh. Waktu yang paling umum dilakukan adalah setelah Isya sebelum tidur.
Namun, bagi yang mampu bangun malam, tarawih juga boleh dilakukan pada sepertiga malam terakhir, yang merupakan waktu mustajab untuk berdoa.
Dalam praktiknya, terdapat beberapa perbedaan jumlah rakaat yang dilakukan oleh umat Islam, di antaranya:
- 11 rakaat (8 tarawih + 3 witir)
Berdasarkan riwayat dari Aisyah رضي الله عنها, Nabi ﷺ tidak pernah melebihi 11 rakaat.
- 20 rakaat (belum termasuk witir)
Ini merupakan praktik yang dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab رضي الله عنه dan diikuti banyak sahabat.
Kedua pendapat ini memiliki dasar yang kuat. Oleh karena itu, perbedaan jumlah rakaat tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan di kalangan umat Islam.
Tata Cara Sholat Tarawih Lengkap
Niat Sholat Tarawih
Niat cukup di dalam hati, namun bisa dilafalkan sebagai berikut:
Niat sholat tarawih sendiri:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Jika berjamaah:
Tambahkan ma’mūman (makmum)
Tambahkan imāman (imam)
Pelaksanaan Sholat (2 Rakaat 1 Salam)
Sholat tarawih dilakukan dua rakaat satu salam, dengan urutan:
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat Al-Qur’an
- Ruku’ dan i’tidal
- Sujud, duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Tasyahud akhir
- Salam
Langkah ini diulang hingga jumlah rakaat selesai.
Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat (4-4-3)
Format ini cukup populer di masyarakat. Berikut penjelasannya:
- Empat Rakaat Pertama
Dilakukan dua rakaat salam, dua rakaat salam, lalu istirahat sejenak.
- Empat Rakaat Kedua
Dilakukan dengan pola yang sama seperti sebelumnya.
- Tiga Rakaat Witir
Witir dapat dilakukan dengan dua cara:
- 2 rakaat salam + 1 rakaat salam
- 3 rakaat sekaligus dengan satu salam
Sholat Tarawih 4 Rakaat: Berapa Kali Tahiyat?
Jika dilakukan 2 rakaat salam → terdapat 2 kali tahiyat akhir
Jika 4 rakaat 1 salam → terdapat:
- 1 tahiyat awal (rakaat kedua)
- 1 tahiyat akhir (rakaat keempat)
Namun, praktik yang paling umum adalah 2 rakaat 1 salam.
Tata Cara Sholat Tarawih dan Witir
Setelah menyelesaikan sholat tarawih, dianjurkan untuk menutup dengan sholat witir.
Sabda Nabi ﷺ:
“Jadikanlah akhir sholat malam kalian adalah witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jumlah rakaat witir minimal 1 rakaat dan yang paling umum adalah 3 rakaat.
Sholat Tarawih Sendiri di Rumah
Sholat tarawih tidak harus berjamaah di masjid, tetapi juga boleh dilakukan sendiri di rumah.
Langkahnya:
- Niat dalam hati
- Sholat 2 rakaat salam
- Ulangi sesuai jumlah rakaat
- Tutup dengan witir
Hal ini diperbolehkan karena Nabi ﷺ juga pernah melakukannya di rumah.
Doa Setelah Sholat Tarawih
Tidak ada doa khusus yang wajib setelah tarawih. Namun, umat Islam sering membaca doa berikut:
Allahumma ajirnā minan nār
Artinya: “Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka.”
Pada dasarnya, doa setelah ibadah sunnah boleh dipanjatkan sesuai kebutuhan.
Sholat tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
- Menghapus dosa-dosa yang telah lalu
- Mendapat pahala seperti sholat semalam penuh (jika mengikuti imam hingga selesai)
- Meningkatkan keimanan dan ketakwaan
Ramadhan sendiri adalah bulan penuh keberkahan, sehingga setiap ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.
Perbedaan jumlah rakaat dalam sholat tarawih merupakan hal yang wajar dalam Islam. Mazhab Syafi’i dan Hanbali umumnya melaksanakan 20 rakaat, sementara sebagian ulama lain memilih 11 rakaat.
Perbedaan ini termasuk dalam ranah ijtihad, sehingga tidak boleh menjadi alasan untuk saling menyalahkan.
Sholat tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Baik dilakukan 11 rakaat maupun 20 rakaat, yang terpenting adalah kekhusyukan dan keikhlasan dalam menjalankannya.
Dengan memahami tata cara yang benar, diharapkan ibadah tarawih yang kita lakukan menjadi lebih sempurna dan penuh keberkahan.







