Harga Plastik Naik Drastis di Bandung, Pedagang Dilema: Naikkan Harga atau Kehilangan Pembeli?

SOREANG EKSPRES – Lonjakan harga plastik mulai menghantam pelaku usaha kecil di Kota Bandung.

Kenaikan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat para pedagang kebingungan menentukan langkah, antara menaikkan harga jual atau menekan biaya agar pelanggan tidak kabur.

Kondisi ini diduga dipicu oleh gejolak global, termasuk konflik geopolitik yang berdampak pada rantai pasok bahan baku plastik.

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Tertekan

Praptiwi (40), pemilik warung nasi di kawasan Cisaranten Kulon, Arcamanik, mengaku merasakan langsung dampak kenaikan tersebut.

Ia menyebut harga plastik ukuran 15 x 30 mengalami lonjakan signifikan.

Sebelumnya, plastik dibeli dengan harga sekitar Rp 7.000 per pak.

Kini, harga tersebut melonjak menjadi Rp 10.000, baik untuk jenis putih maupun hitam.

“Kenaikannya bisa Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per pak,” ujarnya saat diwawancara.

Tak hanya plastik, harga kertas nasi juga ikut terdampak. Dari semula Rp 25.000 per pak, kini naik menjadi Rp 30.000.

Pilih Hemat Ketimbang Naikkan Harga

Meski biaya operasional meningkat, ia memilih untuk tidak menaikkan harga makanan yang dijualnya.

Ia khawatir keputusan tersebut justru akan membuat pelanggan berkurang.

Sebagai solusi, ia mulai mengurangi penggunaan plastik dalam setiap transaksi. Jika sebelumnya menggunakan dua lapis plastik, kini cukup satu saja.

“Sekarang lebih dihemat supaya tetap sesuai anggaran harian,” katanya.

Kenaikan harga plastik juga dirasakan oleh Dadan (42), seorang pedagang yang memasok barang kebutuhan warung dengan harga terjangkau.

BACA JUGA:  Perkuat Peran Penggiat Budaya di Masa Transformasi, Telkom Kembali Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026

Menurutnya, berbagai jenis plastik seperti OPP dan plastik kemasan makanan mengalami kenaikan dari Rp 40.000 menjadi Rp 50.000 per pak.

Lonjakan ini terjadi dalam waktu singkat, sekitar tiga minggu terakhir, tanpa adanya kenaikan bertahap.

Akibatnya, biaya modal yang sebelumnya sekitar Rp 1 juta per bulan kini meningkat menjadi Rp 1,3 juta hanya untuk kebutuhan plastik.

Dilema Pedagang: Harga Naik, Pembeli Bisa Pergi

Meski beban usaha semakin berat, Dadan mengaku kesulitan untuk menaikkan harga jual.

Ia khawatir pelanggan akan beralih ke tempat lain jika harga dinaikkan.

“Kalau harga dinaikkan, takut pembeli berkurang. Jadi terpaksa cari plastik yang lebih murah,” ungkapnya.

Para pelaku usaha kecil berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Stabilitas harga plastik dinilai sangat penting agar usaha mereka tetap berjalan tanpa harus membebani konsumen.

“Harapannya harga bisa kembali normal. Kalau terus naik, jelas berat bagi kami,” tutup Dadan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *