SOREANG EKSPRES – Inilah lima perangko termahal di dunia harganya hingga miliaran yang masih diminati oleh kolektor.
Tidak hanya mobil mewah, jam tangan eksklusif, atau perhiasan bernilai tinggi yang bisa mencapai harga fantastis.
Dalam dunia filateli, prangko juga memiliki nilai luar biasa, bahkan hingga ratusan miliar rupiah.
Hal ini membuat prangko menjadi salah satu barang koleksi paling bergengsi di dunia.
Nilai tinggi sebuah prangko umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti kelangkaan, usia atau periode produksi, serta cerita sejarah di baliknya.
Semakin langka dan unik sebuah prangko, maka semakin tinggi pula harga yang ditawarkan oleh kolektor.
5 Perangko Termahal di Dunia
Berikut ini adalah lima prangko termahal di dunia yang hingga kini masih diburu kolektor.
- British Guiana 1c Magenta – Rp134,5 Miliar
Prangko ini dinobatkan sebagai yang termahal di dunia. Diterbitkan pada tahun 1856, British Guiana 1c Magenta menjadi sangat istimewa karena hanya ada satu экземпляr yang diketahui masih ada hingga saat ini.
Dengan nilai mencapai US$9,48 juta atau sekitar Rp134,5 miliar, prangko ini menjadi simbol kelangkaan absolut dalam dunia filateli.
Keunikan dan sejarah panjangnya menjadikannya incaran utama kolektor kelas dunia.
- Treskilling Yellow – Rp32,6 Miliar
Treskilling Yellow berasal dari Swedia dan terkenal karena kesalahan warna saat proses pencetakan.
Seharusnya dicetak dalam warna hijau, namun prangko ini justru berwarna kuning.
Kesalahan tersebut baru disadari pada tahun 1886 dan menjadikannya salah satu prangko paling unik di dunia.
Salah satu экземпляrnya pernah terjual dalam lelang seharga US$2,3 juta atau sekitar Rp32,6 miliar.
- Mauritius 2d Blue – Rp22,7 Miliar
Prangko Mauritius 2d Blue memiliki sejarah menarik. Pada tahun 1847, istri gubernur Mauritius menggunakan prangko ini untuk mengundang sekitar 500 tamu ke pesta ballroom.
Sejak ditemukan kembali pada tahun 1864 oleh seorang kolektor di Bordeaux, prangko ini menjadi sangat terkenal di kalangan filatelis. Nilainya kini mencapai US$1,6 juta atau sekitar Rp22,7 miliar.
- The Whole Country is Red – Rp15,6 Miliar
Prangko asal Tiongkok ini memiliki latar belakang politik yang kuat. Diterbitkan pada tahun 1968, desainnya mencerminkan ideologi sosialisme yang dominan saat itu.
Namun, karena ketidaksukaan Mao Zedong terhadap kegiatan filateli, prangko ini sempat dianggap kontroversial.
Kini, justru menjadi barang langka yang sangat diburu dan pernah terjual seharga US$1,1 juta atau sekitar Rp15,6 miliar di Beijing.
- Mauritius 1d Red Post Office – Rp14,2 Miliar
Masih dari Mauritius, prangko 1d Red Post Office juga termasuk yang paling mahal.
Diterbitkan pada 21 September 1847 oleh perusahaan lokal, prangko ini hanya dicetak sebanyak 500 lembar.
Sama seperti versi 2d Blue, prangko ini digunakan oleh istri gubernur untuk mengundang tamu ke sebuah acara penting. Nilainya kini mencapai sekitar US$1 juta atau Rp14,2 miliar.
Prangko-prangko mahal ini membuktikan bahwa benda kecil sekalipun bisa memiliki nilai luar biasa jika memiliki sejarah, keunikan, dan kelangkaan.
Dalam dunia filateli, prangko tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran pengiriman surat, tetapi juga menjadi simbol sejarah, seni, dan budaya.
Di tengah perkembangan teknologi komunikasi digital, minat terhadap koleksi prangko mungkin tidak sebesar dulu.
Namun, bagi para kolektor, prangko tetap memiliki daya tarik tersendiri yang tidak tergantikan.









