Inilah 4 Perangko Langka yang Diburu Kolektor, Harganya Capai hingga Rp15 Miliar

SOREANG EKSPRES – Prangko selama ini dikenal sebagai benda kecil berbentuk kertas bergambar yang berfungsi sebagai tanda pembayaran biaya pengiriman surat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, prangko diartikan sebagai bukti pembayaran biaya pos yang biasanya ditempelkan pada amplop.

Namun, di era digital seperti sekarang, penggunaan prangko semakin jarang. Masyarakat lebih memilih mengirim pesan melalui e-mail atau media sosial yang dinilai lebih cepat, praktis, dan murah.

Meski begitu, prangko tidak sepenuhnya hilang. Justru, kini prangko bertransformasi menjadi barang koleksi bernilai tinggi.

Bagi sebagian orang, mengoleksi prangko bukan sekadar hobi, tetapi juga bentuk investasi.

Pasalnya, prangko langka dengan sejarah unik bisa memiliki harga fantastis, bahkan mencapai miliaran rupiah.

Di Indonesia sendiri, salah satu prangko termahal adalah Netherlands Indies 10 cent bergambar Wilhelmina yang nilainya bisa mencapai Rp5 miliar.

Namun di kancah internasional, harga prangko langka bisa jauh lebih tinggi.

Perangko Termahal

Berikut ini empat prangko langka yang paling diburu kolektor dunia:

1. The British Guiana 1c Magenta

Salah satu prangko paling legendaris di dunia adalah The British Guiana 1c Magenta. Prangko ini dikenal sebagai yang paling langka sekaligus termahal di dunia.

Dicetak pada tahun 1856 dalam jumlah sangat terbatas, prangko ini diyakini hanya tersisa satu buah di dunia hingga saat ini.

Keunikan tersebut membuat nilainya melambung tinggi hingga lebih dari USD10 juta atau sekitar Rp145 miliar.

BACA JUGA:  iPhone 14 Turun Harga ke Rp8 Jutaan, Layak Kamu Pilih di Tahun 2026?

Selain kelangkaannya, perangko ini juga menimbulkan kontroversi. Beberapa pihak sempat meragukan keasliannya dan menganggapnya sebagai replika dari prangko lain. Meski begitu, statusnya sebagai prangko termahal tetap tak tergoyahkan.

2. The Treskilling Yellow

Prangko The Treskilling Yellow menempati posisi kedua sebagai prangko termahal di dunia. Nilainya mencapai USD2,3 juta atau sekitar Rp33,35 miliar.

Keunikan prangko ini terletak pada kesalahan produksi. Seharusnya, prangko ini dicetak dengan warna tertentu, namun karena kesalahan pada pelat cetak, hasil akhirnya justru berwarna kuning.

Kesalahan ini justru menjadikannya sangat langka dan bernilai tinggi. Dalam dunia filateli (koleksi prangko), kesalahan cetak seperti ini sering disebut sebagai “error stamp” yang sangat diburu kolektor.

3. The First Two Mauritius

Prangko The First Two Mauritius memiliki nilai sejarah yang kuat karena berkaitan dengan Kerajaan Inggris pada masa Ratu Victoria.

Dirilis pada tahun 1847, prangko ini hanya tersedia dalam dua denominasi, yakni satu sen berwarna oranye tua dan dua sen berwarna biru tua. Hingga kini, jumlah yang diketahui hanya sekitar 27 lembar.

Karena jumlahnya yang terbatas dan nilai historisnya, harga prangko ini bisa mencapai lebih dari USD1,1 juta atau sekitar Rp15,95 miliar.

Tingginya nilai tersebut juga membuat prangko ini sering dipalsukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

4. Baden 9 Kreuzer

Prangko Baden 9 Kreuzer juga termasuk dalam daftar prangko langka dengan harga fantastis. Diterbitkan pada tahun 1851, prangko ini awalnya direncanakan berwarna merah muda.

BACA JUGA:  Rekomendasi Motor Listrik Untuk Ojol 2026, Performa Gahar dan Jarak Tempuh Jauh!

Namun, karena kesalahan produksi, prangko ini justru dicetak dengan warna hijau. Kesalahan tersebut membuatnya menjadi sangat langka, apalagi jumlahnya hanya empat buah di dunia.

Beberapa salinan prangko ini tersimpan di museum dan koleksi pribadi, termasuk yang pernah dimiliki oleh kolektor terkenal Philipp von Ferrary. Salah satu salinannya bahkan pernah dilelang dengan harga tinggi pada awal 2000-an.

Bagi Anda yang tertarik dengan dunia filateli, mengoleksi prangko bisa menjadi hobi sekaligus investasi menjanjikan.

Siapa tahu, prangko yang Anda miliki saat ini bisa menjadi salah satu barang langka bernilai fantastis di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *