Viral Pegawai RS Hasan Sadikin Beri Bayi Baru Lahir ke Orang Lain , Ibu Syok Anaknya Digendong Orang Lain

Editor:

SOREANG EKSPRES – Kasus dugaan bayi hampir tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin tengah menjadi perhatian publik. Peristiwa ini viral di media sosial setelah seorang ibu membagikan pengalaman mengejutkan saat hendak membawa pulang bayinya yang baru lahir.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, video tersebut telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali dan menuai ribuan komentar dari warganet. Banyak yang mengaku khawatir sekaligus geram terhadap dugaan kelalaian yang terjadi.

Peristiwa ini dialami oleh seorang ibu bernama Nina Saleha. Ia menceritakan pengalamannya melalui akun TikTok pribadinya.

Awalnya, Nina tengah menunggu bayinya yang dirawat di ruang NICU Gedung Kesehatan Ibu dan Anak. Bayinya harus menjalani perawatan karena mengalami kondisi kuning setelah lahir.

Setelah beberapa hari dirawat, dokter menyatakan kondisi bayi sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Namun, saat menunggu panggilan dari perawat, nama Nina tidak kunjung dipanggil.

Di sisi lain, ia sempat melihat ada pasien lain yang justru belum diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatan bayinya masih bermasalah.

Karena menunggu terlalu lama, Nina sempat turun untuk makan. Namun, ia mengaku memiliki firasat tidak enak dan memutuskan kembali ke ruang perawatan.

Benar saja, setibanya di sana, ia terkejut melihat bayinya sudah berada di gendongan orang lain.

Nina langsung mengenali bayinya dari pakaian dan selimut yang ia siapkan sendiri. Ia pun segera menghampiri orang tersebut dan menanyakan situasinya.

BACA JUGA:  ITB Gulirkan Beasiswa Pascasarjana untuk Wartawan, Perkuat Reputasi Global dan Sinergi dengan Media

Saat ditanya, orang yang menggendong bayi terlihat kebingungan. Kondisi ini membuat Nina panik dan emosional.

Tanpa ragu, ia langsung mengambil kembali bayinya karena yakin itu adalah anaknya sendiri. Situasi ini pun memicu ketegangan di lokasi.

Setelah kejadian tersebut, Nina langsung menemui perawat yang bertugas di ruang NICU.

Menurut pengakuannya, perawat menyebut telah memanggil nama Nina, namun tidak ada respons. Karena itu, bayi diserahkan kepada orang lain yang diduga sebagai orang tua pasien.

Alasan tersebut justru memicu kemarahan Nina. Ia menilai tindakan tersebut sangat berbahaya dan tidak sesuai prosedur.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah hilangnya gelang identitas bayi. Padahal, gelang tersebut merupakan sistem utama untuk mencegah bayi tertukar di rumah sakit.

Pihak perawat disebut memberikan alasan bahwa gelang dilepas untuk menghindari paparan virus. Namun, penjelasan ini dianggap tidak masuk akal oleh keluarga.

Nina diketahui melahirkan pada 1 April di rumah sakit wilayah Sumedang. Karena kondisi bayi mengalami kuning dan ruang perawatan penuh, bayinya dirujuk ke RS Hasan Sadikin pada 5 April.

Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, kondisi bayi membaik dan keluarga bersiap untuk pulang sebelum insiden tersebut terjadi.

Saat kejadian berlangsung, Nina mengaku tidak melihat adanya petugas keamanan di sekitar ruang perawatan. Ia juga menyebut hanya ada satu perawat yang bertugas saat itu.

BACA JUGA:  Info Lengkap Pendaftaran Penerimaan Polri 2026, Sudah Dibuka

Hal ini memunculkan dugaan adanya kelalaian serta lemahnya sistem pengawasan di ruang NICU.

Kasus ini kini mendapat perhatian dari aparat kepolisian. Pihak berwenang menyatakan akan mendalami kejadian tersebut, termasuk memeriksa standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit.

Namun hingga saat ini, belum ada kesimpulan apakah terdapat unsur pidana dalam kasus tersebut.

Sampai saat ini, pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin belum memberikan pernyataan resmi kepada publik.

Meski demikian, Nina mengaku telah dihubungi oleh pihak rumah sakit. Sayangnya, belum ada penjelasan lanjutan atau solusi yang jelas terkait insiden tersebut.

Kasus ini memicu kekhawatiran luas di masyarakat, terutama para orang tua. Banyak yang merasa cemas terhadap keamanan bayi di fasilitas kesehatan.

Selain itu, muncul berbagai spekulasi, termasuk dugaan praktik ilegal, meskipun hingga kini belum ada bukti yang mengarah ke hal tersebut.

Publik pun mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan menjadi bahan evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa sistem keamanan dan identifikasi bayi di rumah sakit harus dijalankan dengan sangat ketat dan disiplin.

Mulai dari penggunaan gelang identitas, verifikasi orang tua, hingga pengawasan petugas, semua harus dilakukan sesuai prosedur demi menjamin keselamatan pasien, khususnya bayi yang sangat rentan.

Kasus ini bukan hanya soal viral di media sosial, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *