SOREANG EKSPRES – Ikan sapu-sapu kerap dianggap sebagai “ikan pembersih” karena kemampuannya bertahan hidup di perairan kotor dan tercemar. Bahkan, karena populasinya yang melimpah, sebagian orang mulai melirik ikan ini sebagai alternatif bahan makanan. Namun, di balik itu semua, tersimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Faktanya, ikan sapu-sapu justru berpotensi membawa berbagai zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia. Hal ini erat kaitannya dengan habitatnya yang sering berada di lingkungan penuh limbah.
- Rentan Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Ikan sapu-sapu umumnya hidup di perairan dengan kualitas buruk, seperti sungai yang tercemar limbah rumah tangga maupun industri. Kondisi ini membuat tubuh ikan mudah terkontaminasi bakteri dan zat beracun.
Jika dikonsumsi, kontaminasi tersebut bisa memicu gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Banyak yang menganggapnya sekadar keracunan ringan, padahal penyebabnya bisa berasal dari zat berbahaya yang menumpuk di dalam tubuh ikan.
- Bisa Memicu Reaksi Alergi
Selain gangguan pencernaan, ikan sapu-sapu juga berpotensi menimbulkan reaksi alergi. Hal ini terjadi karena adanya zat asing yang terserap ke dalam tubuh ikan dari lingkungan tercemar.
Ketika masuk ke tubuh manusia, zat tersebut dapat memicu respons sistem imun. Gejalanya bisa berupa gatal-gatal, ruam kulit, hingga gangguan pencernaan. Bahkan, reaksi ini bisa terjadi pada orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat alergi ikan.
- Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Perairan tempat hidup ikan sapu-sapu sering kali mengandung limbah industri dan pertanian, seperti pestisida dan bahan kimia beracun lainnya. Zat-zat ini dapat terserap ke dalam tubuh ikan melalui makanan dan lingkungannya.
Jika ikan tersebut dikonsumsi secara terus-menerus, bahan kimia ini bisa menumpuk di dalam tubuh manusia dan berisiko menyebabkan gangguan organ hingga penyakit kronis.
- Berpotensi Membawa Parasit Berbahaya
Bahaya lain yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah adanya parasit dalam tubuh ikan sapu-sapu, seperti cacing. Parasit ini sering kali tidak terlihat secara kasat mata, sehingga sulit dideteksi sebelum dikonsumsi.
Jika ikan tidak dimasak dengan sempurna, parasit tersebut bisa masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan infeksi, mulai dari gangguan pencernaan hingga masalah kesehatan yang lebih serius.
- Risiko Tinggi Paparan Logam Berat
Salah satu ancaman terbesar dari konsumsi ikan sapu-sapu adalah kandungan logam berat, seperti merkuri, kadmium, dan seng. Ikan ini mampu menyerap logam berat dari air dan sedimen di sekitarnya.
Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa kadar logam berat pada ikan sapu-sapu di wilayah tertentu melebihi ambang batas aman. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, zat ini dapat menyebabkan kerusakan organ, gangguan saraf, hingga masalah kesehatan serius lainnya.
Pakar lingkungan dan kesehatan juga menegaskan bahwa ikan sapu-sapu yang berasal dari perairan tercemar, seperti sungai perkotaan, tidak layak untuk dikonsumsi. Risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan manfaat gizinya.
Padahal, secara kandungan, ikan ini memang memiliki protein cukup tinggi dan lemak rendah. Namun, manfaat tersebut menjadi tidak berarti jika sudah terkontaminasi zat berbahaya.
Melihat berbagai risikonya, mengonsumsi ikan sapu-sapu bukanlah pilihan yang aman, terutama jika berasal dari lingkungan tercemar. Mulai dari gangguan pencernaan, alergi, paparan bahan kimia, hingga logam berat, semuanya bisa berdampak buruk bagi kesehatan, bahkan dalam jangka panjang.







