Harga Dolar AS Hari Ini 10 Juni 2026, Rupiah Masih Tertekan di Kisaran Rp17.905–Rp18.231

SOREANG EKSPRES – Harga Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah (IDR) pada Rabu, 10 Juni 2026, masih berada di level tinggi. Berdasarkan berbagai sumber perbankan dan lembaga keuangan,  harga dolar AS hari ini bergerak di kisaran Rp17.905 hingga Rp18.231 per dolar AS.

Data Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) mencatat kurs beli dolar AS berada di level Rp18.050,29, sedangkan kurs jual mencapai Rp18.231,71. Sementara itu, data pasar dari TradingEconomics menunjukkan nilai tukar USD/IDR berada di angka Rp17.926,8.

Di sektor perbankan, sejumlah bank nasional juga mencatat kurs yang relatif tinggi. BCA melalui layanan e-Rate menetapkan kurs beli Rp18.070 dan kurs jual Rp18.090. Untuk transaksi bank notes, BCA mematok kurs beli Rp18.000 dan kurs jual Rp18.275 per dolar AS.

Sementara itu, BNI mencatat kurs beli Rp17.988 dan kurs jual Rp18.008. Maybank menetapkan kurs beli Rp17.967 dan kurs jual Rp18.105. Adapun HSBC melalui layanan transfer mencatat kurs beli Rp17.965 dan kurs jual Rp18.265.

Pergerakan harga dolar AS sepanjang hari menunjukkan adanya volatilitas yang cukup tinggi. Berdasarkan data TradingEconomics, nilai tukar USD/IDR mengalami kenaikan harian sebesar Rp45,80 atau sekitar 0,26 persen.

Dalam periode satu bulan terakhir, dolar AS menguat sekitar 2,90 persen terhadap rupiah. Bahkan secara tahunan, penguatan dolar tercatat mencapai 10,30 persen.

BACA JUGA:  bank bjb Sukseskan Sport Tourism Coast to Coast, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Namun demikian, data dari kursdollar.org menunjukkan arah yang sedikit berbeda. Situs tersebut mencatat dolar AS berada di level Rp17.905 per dolar dan mengalami penurunan tipis sebesar Rp67,20 atau sekitar 0,37 persen dibandingkan sebelumnya.

Penguatan dolar AS dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh sejumlah faktor global. Salah satunya adalah kondisi ekonomi Amerika Serikat yang masih menunjukkan performa kuat. Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan oleh Federal Reserve turut meningkatkan daya tarik dolar AS di mata investor.

Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global membuat banyak pelaku pasar memilih aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS. Kondisi ini turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Meski demikian, Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah terhadap harga dolar AS tetap terkendali. Untuk masyarakat yang berencana melakukan transaksi valuta asing disarankan untuk selalu memantau kurs terbaru karena nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *