SOREANG EKSPRES – Musim kemarau mulai berdampak serius di sejumlah wilayah Bandung Barat. Sedikitnya lima kecamatan dilaporkan mengalami kekeringan yang menyebabkan ribuan warga kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat pun bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih, sekaligus mempercepat pembangunan sumur bor di sejumlah titik yang terdampak.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, turun langsung meninjau beberapa lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Saya mengecek langsung ke sejumlah titik wilayah yang terdampak kekeringan. Dari hasil pemetaan sementara, ada lima kecamatan yang terdampak,” ujar Jeje saat meninjau pembangunan sumur bor di Kampung Bunisari, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Selasa (21/7/2026).
Daftar Lima Kecamatan di Bandung Barat yang Terdampak Kekeringan
Berdasarkan hasil pemetaan sementara Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, wilayah yang mengalami krisis air bersih meliputi:
- Kecamatan Cipongkor
- Kecamatan Sindangkerta
- Kecamatan Cihampelas
- Kecamatan Cikalongwetan
- Kecamatan Cipatat
Minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan sejumlah sumber mata air mengalami penyusutan, sehingga pasokan air bersih untuk masyarakat menjadi terbatas.
Akibat kondisi tersebut, warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan sanitasi.
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengerahkan armada mobil tangki untuk memasok air bersih ke wilayah yang terdampak paling parah.
Bupati Jeje mengatakan pemerintah telah menyiapkan enam unit mobil tangki yang beroperasi secara bergantian untuk mendistribusikan bantuan air kepada masyarakat.
Hingga saat ini, sekitar 10.000 liter air bersih telah disalurkan ke berbagai titik yang mengalami kekurangan pasokan.
“Kami sudah mengantisipasi dengan menyiapkan enam unit mobil untuk mendistribusikan air bersih. Hingga sekarang sekitar 10.000 liter air telah kami salurkan kepada masyarakat,” jelas Jeje.
Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Selain mendistribusikan air bersih, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan solusi jangka menengah melalui pembangunan sumur bor di sejumlah desa yang rawan mengalami kekeringan.
Menurut Jeje, hingga pertengahan Juli 2026 pemerintah telah merealisasikan 48 titik pengeboran sumur yang tersebar di berbagai wilayah.
Lokasi pengeboran dipilih berdasarkan hasil survei lapangan serta usulan dari pemerintah desa dan kecamatan.
“Saya melihat langsung hasil pengeboran dan debit airnya sudah cukup deras. Kami juga menyiapkan toren penampungan. Sampai saat ini sudah ada 48 titik pengeboran yang kami bangun berdasarkan hasil pemetaan bersama desa dan kecamatan,” katanya.
Pembangunan sumur bor diharapkan mampu menjadi sumber air bersih permanen sehingga masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada distribusi mobil tangki saat musim kemarau.
Pemerintah Prioritaskan Wilayah Paling Membutuhkan
Pemkab Bandung Barat memastikan penanganan kekeringan dilakukan berdasarkan data dan pemetaan yang akurat.
Koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa menjadi salah satu kunci agar distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Wilayah yang mengalami kondisi paling kritis akan menjadi prioritas utama dalam penyaluran air bersih maupun pembangunan infrastruktur sumber air baru.
Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan lebih lama.
Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca serta memperluas langkah penanganan apabila wilayah terdampak kekeringan bertambah dalam beberapa waktu ke depan.








