Lionel Messi Akui Sesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Kecil

SOREANG EKSPRES – Megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi, mengungkap satu hal yang hingga kini masih ia sesali. Bukan soal trofi atau gelar juara, melainkan keputusan di masa kecil yang berdampak pada kehidupannya sampai sekarang.

Dalam wawancara bersama podcast Meksiko Miro de Atras pada Rabu, pemain Inter Miami itu mengaku menyesal tidak memanfaatkan waktu untuk belajar bahasa Inggris sejak usia dini.

“Saya menyesali banyak hal. Salah satunya tidak belajar bahasa Inggris sewaktu kecil. Saya punya waktu untuk setidaknya belajar bahasa Inggris dan saya tidak melakukannya,” kata pemain Inter Miami itu dalam wawancara bersama podcast Meksiko, Miro de Atras pada Rabu.

Pernah Merasa Kurang Percaya Diri

Pengakuan tersebut memperlihatkan sisi lain Messi yang jarang terekspos publik. Di balik kesuksesan besar dalam karier sepak bolanya, ia ternyata menyimpan kegelisahan pribadi saat harus berinteraksi dengan banyak orang dari latar belakang berbeda.

La Pulga mengaku pernah berada dalam situasi yang membuatnya kurang nyaman ketika bersama tokoh-tokoh penting, namun tidak mampu terlibat aktif dalam percakapan.

“Ketika saya bisa berbicara dan mengobrol dengan mereka, saya merasa setengah bodoh,” katanya.

Pelajaran Penting untuk Anak-Anaknya

Pengalaman itu membuat Messi semakin menyadari pentingnya pendidikan, terutama penguasaan bahasa asing sejak usia dini. Kini, ia memastikan anak-anaknya tidak melewatkan kesempatan yang dulu tidak ia manfaatkan.

BACA JUGA:  Menilik Peta Kekuatan Lawan Persib di Fase Grup ASEAN Club Championship 2026/2027

“Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya untuk memanfaatkannya. Mereka memiliki situasi yang berbeda dari yang saya alami meskipun saya tidak pernah kekurangan apa pun,” ucap peraih delapan Ballon d’Or itu.

Pindah ke Barcelona di Usia 13 Tahun

Perjalanan hidup Messi memang berbeda dari kebanyakan anak seusianya. Ia pindah ke Barcelona pada usia 13 tahun, keputusan besar yang turut memengaruhi masa pendidikannya.

“Tahun terakhir saya bersekolah di Argentina adalah bencana. Saya tahu bahwa saya akan pergi ke Barcelona,” ungkapnya.

Setelah tiba di Spanyol, ia melanjutkan pendidikan menengah bersama pemain muda lainnya di akademi La Masia. Meski memiliki penyesalan terkait pendidikan formal tertentu, Messi tetap menegaskan bahwa sepak bola telah membentuk karakter dan nilai dalam hidupnya.

“Sepak bola mengajarkan banyak hal, memberikan banyak nilai. Sepak bola menciptakan ikatan seumur hidup. Anda mengenal berbagai tempat,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *