SOREANG EKSPRES – Anggota aplikasi Snapboost yang saat ini statusnya sudah menjadi korban penipuan, ternyata masih rawan menjadi target penipuan lainnya.
Banyak modus penipuan baru yang menargetkan para korban investasi bodong, karena sedang dalam kondisi emosional yang tidak stabil.
Para pelaku penipuan modus baru ini memanfaatkan keadaan tersebut dengan dalih bisa membantu proses penarikan atau mengembalikan uang yang belum bisa ditarik hingga sekarang.
Cara kerja para penipu ini biasanya dengan menggunakan sosial media, atau menghubungi secara pribadi para korban yang nomernya masih ada di grup diskusi yang dibuat oleh aplikasi.
Setelah dihubungi dan calon korban tampak tertarik, mereka akan mengarahkan korban untuk masuk kedalam sebuah grup, namun komunikasi tetap dilakukan secara pribadi, mereka menjanjikan bisa mencairkan uang karena mengenal orang dalam aplikasi, atau orang pusat aplikasi snapboost, atau juga mengaku sebagai orang OJK atau bahkan mengaku dari pihak kepolisian yang sudah menyita uang leadernya.
Mereka akan membantu pencairan dengan cepat tapi syaratnya harus membayar biaya untuk jasa pencairan tersebut. Biaya pencairan harus ditransfer terlebih dahulu sebagai pelicin agar proses pencairan berhasil. Para pelaku akan mendesak terus hingga korban benar-benar mentransfer biaya tersebut.
Namun setelah ditransfer, maka pelaku akan langsung menghilang, nomernya langsung diblokir dan tidak bisa dihubungi lagi.
Jika sampai ini terjadi maka kerugian yang dialami korban akan semakin besar, karena jadi dobel, yakni rugi dari investasi bodong dan rugi kena tipu dua kali.
Sebaiknya selalu waspada dan tidak mudah tergiur dengan berbagai rayuan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa harus kerja berat, biasanya hal ini mengarah pada penipuan.
Selain itu, para korban yang masih bertahan di grup obrolan, langsung dicekoki dengan berbagai aplikasi baru, yang diduga serupa dengan snapboost, yakni aplikasi ponzi dimana berpotensi pada penipuan berulang. Selalu waspada dengan berbagai penawaran menggiurkan yang tidak masuk akal.













