725 Orang Jadi Korban Aplikasi Snapboost di Blora, Total Kerugian Capai Rp2 Miliaran

SOREANG EKSPRES – Kabar terbaru tentang aplikasi investasi Snapboost datang dari Blora Jawa Tengah, dimana di lokasi tersebut dilaporkan ada ratusan orang yang menjadi korban investasi bodong aplikasi Snapboost.

Dilansir dari Blora Update, diduga korban dugaan investasi bodong aplikasi Snapboost mencapai 725 orang dengan total keruguan mencapai lebih dari Rp 2 Miliar.

Nominal deposit yang disetorkan para korban bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu hingga ada yang setor sampai Rp174 juta. Dari data akumulai sementara, jumlah kerugian dari 500 member sudah mencapai Rp 2 miliar.

Modus penipuan aplikasi ini adalah dengan memberikan like pada video di medsos yang ditampilkan lewat aplikasi itu, setelah itu para member akan mendapatkan komisi atau bonus, setelah melakukan deposit sesuai dengan level keanggotaannya.

Salah satu korban bernama Diana Kristiyani yang sehari-hari berprofesi sebagai Guru SMAN 1 Blora menjelaskan cara kerja aplikasi Snapboost yang berbasis uang, di mana uang bisa bertambah 2 kali lipat setiap 40 hari sekali.

“Deposit saya sampai Rp 200 juta, asli itu. Otomatis setiap kita like terus, setiap 40 hari dibayar kan, uang kita jadi 2 kalinya, jadi 400, tapi di aplikasi ya,” ucapnya, dikutip dari Blora update, Kamis (16/4/2026).

Dia juga mengaku sudah pernah mengambil keuntungan hingga ratusan juta dari aplikasi Snapboost yang ia gunakan untuk membeli kendaraan mobil.

BACA JUGA:  bank bjb Raih Top Digital Application Regional Bank, Bukti Inovasi Digital Dieksekusi dengan Baik

“Pernah saya ambil sekitar Rp250 juta itu untuk beli mobil kredit saya, tapi enggak hadiah dari Snapboost tapi beli sendiri saya,” jelasnya.

Dari pengalamannya yg memperoleh uang secara fantastis, terkadang dia menunjukkan pendapatannya dengan memposting di media sosial.

Dari sana banyak yang menghubungi, termasuk muridnya. Tidak jarang dia juga memberikan dana talangan kepada muridnya.

“Saya pinjami modal awal itu, kalau enggak 500 ribu ya 600 ribu, nanti 40 hari kan uangnya jadi 2 kali nya, itu diambil, dikembalikan ke saya. Mereka ya kemauan sendiri, saya tidak memaksa,” ucapnya.

Kini setelah dana di aplikasi itu tidak bisa diambil lagi, Diana mengaku baru menyadari bahwa aplikasi tersebut adalah penipuan. Kini dia mengaku sebagai korban juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *