Video Viral Pria Dibungkus Lakban Mirip Teletubbies Ternyata Bukan Maling Beneran

SOREANG EKSPRES – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dua pria dibungkus lakban hingga menyerupai karakter Teletubbies.

Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform dan disertai narasi yang menyebut kedua pria itu merupakan pelaku pencurian yang dihukum warga setelah tertangkap.

Narasi tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Tidak sedikit yang langsung mempercayai informasi itu tanpa mengetahui asal-usul video maupun fakta di balik peristiwa yang sebenarnya.

Namun setelah ditelusuri, informasi yang beredar ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.

Video Viral Disebut Memperlihatkan Maling Dihukum Warga

Dalam video yang beredar luas, tampak dua pria dibungkus menggunakan lakban dari kepala hingga kaki.

Hanya bagian mata, hidung, dan mulut mereka yang dibiarkan terbuka agar tetap bisa bernapas.

Bentuk lakban di bagian kepala bahkan dibuat menyerupai karakter Tinky Winky dari serial anak-anak Teletubbies.

Sebagian warganet juga menyebut penampilannya mirip karakter Upin Ipin versi lokal.

Karena tampilannya yang unik, video tersebut dengan cepat menjadi viral dan dibagikan ulang oleh banyak akun media sosial.

Bersamaan dengan itu muncul narasi bahwa kedua pria tersebut merupakan maling yang dihukum warga dengan cara dibungkus lakban.

Fakta Sebenarnya

Informasi tersebut kemudian dibantah langsung oleh salah satu pria yang ada dalam video, yakni Syahroni Muhammad.

Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama rekannya, Feri Wedon, bukanlah pelaku pencurian seperti yang ramai diberitakan di media sosial.

BACA JUGA:  Viral Harga Motor Listrik Program MBG Rp50 Juta, Rakyat Ditekan Hemat?

Keduanya merupakan konten kreator asal Malang, Jawa Timur, yang rutin membuat video hiburan dan komedi di berbagai platform digital.

Menurut Syahroni, video tersebut dibuat ketika mereka sedang melakukan siaran langsung di TikTok.

Berawal dari Tantangan Saat Live TikTok

Syahroni menjelaskan bahwa saat melakukan live streaming, mereka menerima tantangan dari salah seorang penonton.

Tantangan tersebut meminta mereka membungkus tubuh menggunakan lakban secara penuh sebagai bagian dari konten hiburan. Sebagai imbalannya, penonton memberikan gift saat siaran berlangsung.

Setelah tubuh mereka selesai dililit lakban, keduanya melanjutkan tantangan berikutnya, yakni memakan terasi sehingga ekspresi yang muncul terlihat seperti sedang menahan rasa sakit.

Seluruh adegan itu dibuat semata-mata untuk kebutuhan konten hiburan dan bukan karena hukuman dari warga.

Video Diunggah Ulang dengan Narasi Menyesatkan

Masalah muncul ketika potongan video tersebut diambil oleh akun lain di media sosial tanpa menyertakan konteks yang sebenarnya.

Video kemudian diunggah ulang dengan narasi bahwa dua pria tersebut adalah maling yang dihukum warga hingga dibungkus lakban menyerupai karakter Teletubbies.

Narasi tersebut akhirnya menyebar luas dan membuat banyak pengguna media sosial salah memahami isi video.

Syahroni mengaku cukup terkejut karena unggahan yang semula hanya berupa konten hiburan berubah menjadi informasi yang menyesatkan dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak selalu sesuai dengan fakta di lapangan.

BACA JUGA:  Link Ujian Tes Kegoblokan via Google Form Viral, Cek Skor IQmu Hari Ini!

Potongan video yang kehilangan konteks sering kali disertai narasi baru yang dapat menggiring opini publik dan memunculkan kesimpulan yang keliru.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber yang kredibel sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *