SOREANG EKSPRES – Sebuah video viral di sosial media, memperlihatkan momen seorang Muazin yang sedang mengumandangkan adzan saat akan sholat Jumat (3/7/2026) tiba-tiba ambruk dan diduga meninggal dunia.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Masjid Jami Attaqwa, di Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalwangi, Kabupaten Pandeglang.
Muazin tersebut bernama Tb Tata Sukirta atau sering dipanggil dengan Abaw sudah biasa adzan di Masjid tersebut, namun hari itu berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dimana Abaw belum sempat menyelesaikan adzannya, tepatnya saat baru mengucap حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ (Hayya ‘alalfalaah) namun nafasnya tersengal dan langsung terkulai dilantai masjid.
Kondisi masjid yang sedang ramai dengan jamaah yang akan sholat jumat langsung diwarnai kepanikan. Sebagian orang membawa tubuh Abaw untuk dievakuasi dan dibawa keluar masjid.
Peristiwa ini dibenarkan oleh Kepala Desa Mandalawangi Azis Sahril. Dia menyebut, setelah ambruk, tubuh Abaw langsung dibawa ke Puskesmas Mandalawangi untuk mendapat penanganan medis. Namun tenaga medis di puskesmas menyebut Abaw sudah meninggal saat dibawa ke Puskesmas dan tidak bisa lagi diselamatkan.
“Nakes dengan sigap langsung memeriksa almarhum, menyatakan bahwa Almarhum TB Tata sukirta alias Abaw telah meninggal,” katanya.
Akhirnya warga membawa jasad Abaw kerumah duka dan langsung mengebumikannya. Azis mengatakan menurut keluarganya, Abaw tidak memiliki riwayat penyakit bawaan selama masa hidupnya.
Menurut Ustadz Adi Hidayat dalam salah satu tausiahnya di kanal Youtube Audio Dakwah, menyebutkan, meninggal dunia saat adzan atau dalam keadaan sedang beribadah seperti mendengar adzan, menjawabnya atau bersiap akan sholat adalah salah satu pertanda baik atau isyarat husnul khatimah yakni akhir hayat yang baik.
Momen tersebut menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan sedang mengingat Allah SWT dan berada dalam kondisi ketaatan.
Walaupun demikian, beliau sering menekankan bahwa penentu utama amal seseorang di akhir hayat bukanlah sekadar waktu atau tempat wafatnya, melainkan konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan ibadah dan amal shaleh selama hidup.
Setiap Muslim dianjurkan untuk selalu menjaga sholat dan berdoa agar diwafatkan dalam keadaan bersih dari dosa. Beliau juga mencontohkan pentingnya menjadikan setiap sholat seolah-olah menjadi sholat yang terakhir.













